Fakultas Liberal Arts

sekilas

Kami ingin memberikan lebih dari sekedar pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan kerja. Kami membantu siswa menjadi orang dewasa yang matang, fasih, reflektif, meneliti, beribadah, dan berhati melayani dengan memberi dasar yang kuat dalam bidang-bidang utama dalam pendidikan: refleksi teologis, pemikiran kritis, kompetensi linguistik, dan kewarganegaraan. Semua ini selaras dengan visi UPH dalam menyediakan pendidikan yang holistis yang benar-benar mengubah siswa.

VISI

Fakultas Liberal Arts UPH melakukan panggilan akademis dalam mentransformasikan kehidupan siswa secara holistik berdasarkan dan dalam kerangka Reformed Worldview sehingga memampukan mereka untuk menyediakan substansi dan hidup sebagai warga negara yang setia dalam kehidupan Kerajaan-Nya.

MISI

Dalam iman yang sepenuh hati pada pengajaran Alkitab tentang penciptaan manusia dalam gambar dan rupa Allah yang diberkati potensi, dipelihara meskipun jatuh dalam dosa, dan diperbarui oleh kasih karunia Allah, Fakultas Seni Liberal melakukan panggilan akademisnya sebagai tanggapan terhadap mandat budaya dari Allah, dengan tujuan yang pasti:

  • Untuk memungkinkan siswa memahami dan menyediakan gagasan tentang kesatuan kebenaran,
  • Untuk menciptakan suasana pendidikan di mana siswa dapat dibina secara moral dan spiritual menuju pembentukan moral dan spiritual yang menyerupai Kristus, dan
  • Untuk melengkapi dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan analitis, historis, dan menilai

Kenapa Belajar FLA

  • FLA membantu saya melihat berbagai hal tidak hanya menurut perspektif saya, tetapi melalui berbagai perspektif untuk membantu saya mengerti dan menangani suatu masalah secara lebih objektif & jelas.

    Yovan Gary Otniel

    Communications 2016

  • Pembelajaran Liberal Arts mengijinkan saya berpikir secara berbeda tentang Kekristenan, juga secara lebih mendalam tentang iman saya.

    Mary

    Communications 2015

  • FLA sangat berguna dalam melengkapi kita dalam mejalani mata kuliah jurusan kita maupun memperlengkapi kita dengan hal-hal yang perlu kita ketahui untuk pekerjaan kita di masa depan.

    Tamariska

    Music Therapy 2016

  • Saya belajar banyak hal baru tentang Yesus, tidak hanya pada tingkat permukaan, tetapi lebih mendalam tentang apa yang Tuhan ingin sampaikan pada kita melalui Alkitab.

    Vanny Gosal,

    Communications 2015

Frequently Asked Questions

Di UPH, kami berusaha menyediakan Pendidikan holistik kelas dunia. Ini berarti kamu memerlukan fondasi akademik yang luas, juga pengembangan keterampilan dan perilaku yang dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan dan pekerjaan. Kami tidak ingin hanya mempersiapkan kamu dengan informasi akademik; kami ingin mengubah hidup anda.

Edukasi Liberal Arts memang memiliki sejarah kuat di negara Barat, namun di negara Asian – termasuk Indonesia – juga memiliki sejarah penting Pendidikan umum yang luas baik dalam pengetahuan maupun karakter. Kurikulum di UPH mencakup komponen khusus Indonesia, seperti pembelajaran Pancasila, Literatur Asian, Estetika Indonesia dan topik-topik lainnya.

Ya. Pengusaha di abad 21 sangat ingin untuk mendapatkan kandidat yang memiliki soft skill pada area seperti komunikasi, kompetensi antarbudaya, pemikiran kritis dan keterampilan reflektif. Kami membahas semua ini dalam kurikulum Liberal Arts kami.

Tidak. Kami memiliki aliran berbeda dalam kurikulum Liberal Arts bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai Kristen/Katolik, dan bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai agama lain. Dalam semua kursus kami, siswa didorong untuk merefleksikan bagaimana studi mereka berhubungan dengan diri mereka secara personal, tapi kami tidak menganggap bahwa semua siswa adalah Kristen dan kami tidak memaksa anda untuk menjadi Kristen. Kami menghargai pilihan anda mengenai kepercayaan pribadi.

Tidak; ada serangkaian mata kuliah yang sudah diseleksi secara khusus, yang sudah kami kumpulkan untuk memberikan fondasi Pendidikan terbaik. Semua siswa mengikuti jalur yang sama, tergantung pada aliran mereka (Kristen atau non-Kristen). Namun, jika siswa non-Kristen ingin mengikuti aliran Kristen, mereka pun boleh.

Kami terus bekerja untuk meningkatkan aplikasi komponen Liberal Arts pada program studi individual. Sebagai contoh, kami berusaha untuk membantu siswa keperawatan mengaplikasikan pelajaran Liberal Arts secara khusus untuk menyiapkan mereka menjadi perawat yang terbaik. Beberapa mata kuliah dapat lebih diterapkan secara langsung dibandingkan yang lain, namun semua akan membantu untuk memberikan Pendidikan yang holistik.

CURRICULUM

Kami mengajarkan prinsip dasar dari perspektif yang berpusat pada Kristus. Kami berusaha untuk mengajar fondasi dasar ini dengan cara yang menjaga hubungan yang konstan dengan kehidupan para siswa dan dengan jurusan pendidikan mereka. Harapan kami adalah dengan menyediakan fondasi yang berpusat pada Kristus dalam bidang-bidang tersebut, kami akan berkontribusi pada pembentukan lulusan yang tidak hanya pandai, tetapi juga benar-benar baik.

Mata Kuliah Wajib

Pendidikan Agama Kristen: mata kuliah ini mempelajari Doktrin Alkitab (Bibliologi) dan Kanon Alkitab di dalam rubrik sejarah keselamatan dengan perhatian khusus pada dua tema: kerajaan dan perjanjian. Paruh pertama kuliah berfokus pada Perjanjian Lama dan paruh kedua membahas Perjanjian Baru, khususnya pemenuhan tema dan janji Perjanjian Lama dalam pribadi Yesus Kristus.

Pendidikan Agama-agama Dunia: mata kuliah ini akan membahas hakikat agama melalui studi agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Yahudi, Kristen, Islam, Tao, Kong Hu Cu, dan New Age. Fokus utama adalah pada esensi ajaran masing-masing agama. Dalam kuliah ini akan didiskusikan ide-ide agama dalam rangka kerjasama dan dialog antar agama untuk membangun keindonesiaan yang multi religius.

Wawasan Dunia Kristen 1: mata kuliah pengenalan ini terdiri atas tiga bagian: Teologi, Bibliologi, dan Doktrin Allah. Materi pengenalan tentang wawasan dunia mencakup definisi, kepentingan, elemen-elemen, dan kerangka pembenarannya, serta keunikan dari wawasan dunia Kristen. Hal utama yang ingin dicapai dalam elaborasi ini adalah pengenalan akan Allah yang akan menuntun pada relasi personal yang lebih dalam dengan Allah serta pemahaman dan praktik yang lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya.

Filsafat Ilmu Pengetahuan: mata kuliah ini memberikan wawasan dunia Kristiani atas dimensi ontologis, epistemologis dan aksiologis sains modern yang dipelajari di berbagai fakultas. Di dalam kurikulum liberal arts, mata kuliah ini termasuk dalam pengetahuan inti yang mengajarkan presuposisi filosofis dari pengetahuan tentang Allah (pencipta alam semesta), diri (subyek penahu) dan dunia (alam dan masyarakat sebagai obyek pengetahuan).

Wawasan Dunia Kristen 2: mata kuliah ini terdiri atas dua modul: Antropologi Biblikal dan Kristologi. Hal-hal utama dalam Antropologi Biblikal adalah mengenai teologi ciptaan, manusia, dan dosa; sementara Kristologi mengacu pada pribadi dan karya Yesus Kristus.

Etika: tujuan mata kuliah ini adalah memperkenalkan etika—meta-etika, etika normatif dan etika terapan—agar mahasiswa dapat memahami dan menerapkan pengetahuan akan Filsafat Moral dalam menetapkan keputusan moral. Pemahaman akan etika juga disertai dengan tanggapan kritis terhadap beragam teori-teori etika dengan bertolak dari presuposisi dan perspektif Teologi Reformed.

Wawasan Dunia Kristen 3: mata kuliah ini mempelajari Doktrin Roh Kudus dan Doktrin Keselamatan. Doktrin Roh Kudus adalah pembelajaran tentang karya Roh Kudus dalam penciptaan, pewahyuan, inspirasi Alkitab. Doktrin Keselamatan akan menyoroti peran signifikan dari Roh Kudus dalam menggenapkan karya Kristus, manfaat kesatuan dengan Kristus, yang disebut, lahir baru, rekonsiliasi, pembenaran, pengudusan, dan ekspresi kesatuan tersebut di dalam gereja.

Sejarah Pemikiran: mata kuliah ini mencakup tiga konsep pokok: konsepsi tentang Allah, manusia, dan dunia yang secara hakiki bersumber dari kehendak dan kedaulatan Allah semata. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, pemikiran tentang ketiga hal pokok itu mengalami perubahan dan perkembangan yang sering berbeda-beda antara satu masa dengan masa lainnya atau antara satu aliran pemikiran dengan aliran-aliran pemikiran lainnya. Mahasiswa akan melihat dengan sudut pandang lain yang terus menggaris-bawahi bahwa Allah adalah Pencipta sejarah, Pemilik sejarah, dan Yang hidup di dalam sejarah melalui Yesus Kristus.

Mata kuliah ini mengajarkan dasar-dasar pemikiran dan penalaran kritis yang merupakan ciri khas martabat manusia sebagai gambar Allah. Mahasiswa dibekali dengan ketrampilan kognitif untuk secara efektif mengindentifikasi, menganalisis, dan menilai argumen & klaim; untuk menemukan dan mengatasi prasangka dan bias pribadi & kelompok; untuk merumuskan dan menampilkan alasan yang meyakinkan guna mendukung kesimpulan; dan untuk mengambil keputusan yang logis dan cakap perihal apa yang hendak ia yakini dan lakukan bagi kemuliaan Allah.

Fokus mata kuliah ini adalah menanamkan nasionalisme dan rasa cinta tanah air pada para peserta didik, dan menjadi wahana awal pendidikan politik secara formal melalui pemahaman dan analisis mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar kebangsaan: 1) Pancasila sebagai ideologi; 2) Konstitusi UUD NRI ( Negara Republik Indonesia ) 1945; Nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia; 4) Bhinneka Tunggal Ika.

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, sebagai karakter bangsa, sebagai bentuk peradaban bangsa, dan sebagai alat pemersatu bangsa.

Mata kuliah ini memberikan pengertian tentang membuat karya tulis ilmiah. Mahasiswa akan diberikan perkuliahan mengenai kalimat efektif, paragraf, dan penalaran agar mahasiswa memiliki keterampilan berkomunikasi yang diekspresikan di dalam program studi yang dipilih, dunia kerja, dan kehidupan sehari-hari. Mata kuliah ini juga dirancang untuk siswa asing yang belajar di UPH atau siswa Indonesia yang tidak dapat berbicara bahasa Indonesia dengan lancar, meliputi materi dasar, seperti kata ganti, kata-kata penting, kalimat-kalimat, dll.

This course prepares students to develop & strengthen mastery of English language skills in academic connections.

Mata Kuliah Pilihan Jurusan

Pengantar Pada Ilmu Alam: mata kuliah ini akan menyajikan dasar untuk memahami sains dari perspektif Kristen (pandangan dunia), dan dari sudut pandang ini akan melacak berbagai tradisi filosofis yang mengelilingi pertumbuhan sains dari periode Modern Awal hingga saat ini. Berbagai topik dalam ilmu biologi, kimia, dan fisika akan digunakan untuk menggambarkan perkembangan sains, dan dalam setiap kasus siswa akan fokus di luar sains itu sendiri ke pertimbangan filosofis dan teologis terkait.

Pengantar Pada Ilmu Sosial: mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar, konsep-konsep, dan teori-teori Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Ilmu Politik, Geografi Manusia, dan Ekonomi, sebagai inti Ilmu-Ilmu Sosial. Akan diterapkan sebuah pandangan holistik mengenai pribadi manusia melalui pendekatan terintegrasi terhadap Ilmu-Ilmu Sosial dalam terang Iman Kristiani. Kerangka perkuliahan terdiri dari tiga tema:  kehidupan material kita; kehidupan kita yang saling terhubung; dan kehidupan kita yang tertata.

Pengantar Pada Estetika & Seni: mata kuliah ini memperkenalkan kepada mahasiswa konsep-konsep dasar dunia estetika dan seni, berbagai jenis seni dan cara mengapresiasinya, serta perannya secara sosial, ekonomi, dan budaya. Mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk melakukan eksplorasi atas potensi dan disposisi seni di dalam diri mereka baik sebagai individu maupun di dalam kelompok.

Mata kuliah ini memperkenalkan mahasiswa kepada unsur-unsur karya sastra, sampai beberapa tema serta pendekatan yang populer terhadap karya sastra. Topik-topik ini akan dibahas, dan dilihat melalui wawasan dunia Kristen. Mahasiswa diajak berpikir mengenai bagaimana karya sastra menyampaikan makna, serta melihat keterkaitannya yang erat dengan keberadaan mereka sebagai mahasiswa dan anggota sosial masyarakat.

Frequently Asked Questions

Di UPH, kami berusaha menyediakan Pendidikan holistic kelas dunia. Ini berarti kamu memerlukan fondasi akademik yang luas, juga pengembangan keterampilan dan perilaku yang dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan dan pekerjaan. Kami tidak ingin hanya mempersiapkan kamu dengan informasi akademik; kami ingin mengubah hidup anda.

Edukasi Liberal Arts memang memiliki sejarah kuat di negara Barat, namun di negara Asian – termasuk Indonesia – juga memiliki sejarah penting Pendidikan umum yang luas baik dalam pengetahuan maupun karakter. Kurikulum di UPH mencakup komponen khusus Indonesia, seperti pembelajaran Pancasila, Literatur Asian, Estetika Indonesia dan topik-topik lainnya.

Ya. Pengusaha di abad 21 sangat ingin untuk mendapatkan kandidat yang memiliki “soft” skill pada area seperti komunikasi, kompetensi antarbudaya, pemikiran kritis dan keterampilan reflektif. Kami membahas semua ini dalam kurikulum Liberal Arts kami.

Tidak. Kami memiliki aliran berbeda dalam kurikulum Liberal Arts bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai Kristen/Katolik, dan bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai agama lain. Dalam semua kursus kami, siswa didorong untuk merefleksikan bagaimana studi mereka berhubungan dengan diri mereka secara personal, tapi kami tidak menganggap bahwa semua siswa adalah Kristen dan kami tidak memaksa anda untuk menjadi Kristen. Kami menghargai pilihan anda mengenai kepercayaan pribadi.

Tidak; ada serangkaian mata kuliah yang sudah diseleksi secara khusus, yang sudah kami kumpulkan untuk memberikan fondasi Pendidikan terbaik. Semua siswa mengikuti jalur yang sama, tergantung pada aliran mereka (Kristen atau non-Kristen). Namun, jika siswa non-Kristen ingin mengikuti aliran Kristen, mereka pun boleh.

Kami terus bekerja untuk meningkatkan aplikasi komponen Liberal Arts pada program studi individual. Sebagai contoh, kami berusaha untuk membantu siswa keperawatan mengaplikasikan pelajaran Liberal Arts secara khusus untuk menyiapkan mereka menjadi perawat yang terbaik. Beberapa mata kuliah dapat lebih diterapkan secara langsung dibandingkan yang lain, namun semua akan membantu untuk memberikan Pendidikan yang holistik.

Pengajar

Adriani Gunawan, M.M.

Direktur Administrasi Fakultas Ilmu Seni & Liberal Arts

Memperoleh beberapa gelar sarjana dalam Manajemen dan Pendidikan di Australia, Adriani melanjutkan studinya pada usia dini program pascasarjana manajemen pendidikan di Indonesia. Dia mendirikan sebuah taman kanak-kanak, memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman pemasaran & manajemen di perusahaan multi-nasional serta lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pendidikan.

Drs. Gandadinata Thamrin, M.A., M.M., D.Min.

Wakaprodi Bidang Bahasa dan Kecakapan Hidup

Dia lulus pada tahun 1991 dari Universitas Atma Jaya Yogayakarta dan kemudian menerima gelar Master of Management dari GS Fame Institute pada tahun 1998, gelar Magister Seni dari Sekolah Tinggi Amanat Agung Jakarta pada tahun 2003, Magister Seni dalam Konseling dari STT Jaffray pada tahun 2017 dan Gelar Doctor of Ministry dari STT Cipanas pada 2018. Dia, yang dulunya merupakan anggota Yayasan STT Amanat Agung untuk periode 2011 hingga 2015, memiliki 20 tahun pengalaman kerja sebagai Manajer Pabrik dan Manajer Produksi di industri manufaktur dan memiliki pengalaman dalam Manajemen Skit dan Seni. Saat ini, Ia juga memiliki ketertarikan dalam konseling keluarga, logoterapi, dan reptil.

Alexander Aur, M.A.

Dra. Christina Purwanti, M.Pd.

Drs. Daniel Suryono Said, M.Pd.

Desman Berkati Larosa, M.Th.

Fery Alexander Pasang, S.Th., M.A.

Dr. Hananto, S.Pd., M.A.

Irene Rebecca Angela Tobing, S.Pd., M.Sc., Ph.D

Jonter Pandapotan Sitorus, M. Pd.

Junry Jan Alow, S.Th., M.Div., M.Th., D.Min(C)

Kusman Sudarja, M.Pd.

Martianus Zega, S.Th., M.Min.

Pieter Maspaitella, S.Th., M.Div.

Rudy Hartono, M.Th.

Tikno Iensufiie, S.T., M.Pd., M.A.

Matthew R. Malcolm, Ph.D.

Dekan Eksekutif Fakultas Liberal Art

Matthew Malcolm lulus dengan pujian dari Australian College of Theology sebelum memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Perjanjian Baru dari University of Nottingham, Inggris. Setelah bekerja di pendidikan teologi di Australia, ia bergabung dengan Fakultas Liberal Arts di UPH pada tahun 2016, menjadi Dekan pada tahun 2017. Saat ini, ia juga menyelesaikan M.Ed. di University of Western Australia. Dr. Malcolm telah menerbitkan beberapa buku di bidang penafsiran Alkitab, dan terus melakukan penelitian di bidang penafsiran alkitabiah dan pendidikan seni liberal. Dia melihat Fakultas Liberal Arts sebagai fondasi pendidikan yang penting bagi mahasiswa UPH, dan ia berusaha untuk memampukan mahasiswa untuk memenuhi potensi yang diberikan Tuhan dalam hidup dan studi mereka.

Richard Anselmus Poeh, S.S., M.Hum.

Wakaprodi Teologi dan Filosofi

Richard memiliki gelar master Kajian Bahasa Inggris dari Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta). Area spesialisasinya adalah sastra, dengan ketertarikan khusus mengenai relasi antara wawasan dunia Kristen dan pengajaran sastra. Ia juga memiliki minat dalam bidang apologetika, karena hal ini dianggap sebagai konsekuensi logis dari menjadi seorang kristen dan akademisi.

Aloysius Prasetya Adiseputra, M.A.

Dra. Clara Evi C. Citraningtyas, M.A., Ph.D.

David Tobing, S.TP., M.Hum.

Dra. Devy Stany Walukow, M.Hum., M.Si.

Dr. Phil Fitzerald Kennedy Sitorus, S.Sos., S.Fil.

Hanna Suteja, S.Pd., M.Hum.

Jessica Novia Layantara, M.Th.

Joshua Hutauruk, B.A., M.B.A.

Karnelasatri, M.Si.

Dr. Drs. Laba Sinuor Yosephus, S.S., M.Hum.

Noveliza Rudyolindy Theodora Tepy, S.Pd., M.Pd.

Rieswan Pangawira Kurnia, S.T., M.Sc., M.Pd.

Ir. Setiawan Sutanto, M.Div.

Heri Yulianto, S.Th.

Kaprodi Fakultas Liberal Arts

Setelah menyelesaikan program Sarjana Teologia di Seminari Alkitab Asia Tenggara tahun 2009, saat ini Bpk. Heri Yulianto sedang dalam proses akhir penyelesaian program Magister Ministri di Sekolah Tinggi Teologia Amanat Agung. Di UPH, beliau terlibat dalam kegiatan akademik sebagai dosen maupun pelayanan kerohanian kepada mahasiswa.

Agnes Sutekno, S.T., M.A.

Binsar Sihite, M.A.

Daniel Lee Kim, M.Div., Th.M., Ph.D.

Deni Citra Damai Telaumbanua, M.Th.

Ferdinandus Butarbutar, M.Th.

Dr. Fransisco Budi Hardiman

HENDRA THAMRINDINATA, S.SI., M.DIV., M.A. (TH.), PH.D. (CAND.)

ASSOCIATE PROVOST FOR FAITH AND LEARNING INTEGRATION

Hendra Thamrindinata, S.Si., M.Div. , M.A. (Th.), Ph.D. (Cand.) joined UPH in 11 January 2010 as a lecturer of UPH Faculty of Liberal Arts (FLA), teaching Christian Worldview. He earned his Bachelor degree (S.Si.) in Physics from Hasanuddin State University, Makassar (2004), Master of Divinity degree from Reformed Theological Seminary of Jakarta (STTRI) (2009), and Master of Arts in Theology and Religious Studies from Evangelishche Theologische Faculteit (ETF), Leuven, Belgium (2018). Since 2019, he is an ETF PhD Candidate in the History of the 17th century Reformed Scholastic Theology in the Netherlands, focusing research on the Theology of Gisbertus Voetius (1589- 1676). He ever became a senior high school teacher for 9 years and lecturer for 11 years in university. Currently he teaches at UPH Teacher College in Christian Religion Department. He also ever became the department chair and executive dean of FLA (2012-2017) and also trains UPH faculty members in faith-learning integration in the NeoCalvinism (Kuyperian) tradition from 2012 until now.

Dr. Jonathan David King

Junius Hardy, S.T., M.T., M.A.

Kristina Untari Setiawan, M.M.

Maria Bernadetta Rini Wahyuningsih, S.P., M.Si., M.Ed., Ph.D.

Paulus Heru Wibowo Kurniawan, S.S., M.Sn.

Drs. Roedy Silitonga, M.A.E., M.Th.

Dr. Drs. Thomas T. Pureklolon, M.Ph., M.M., M.Si.

Frequently Asked Questions

Di UPH, kami berusaha menyediakan Pendidikan holistic kelas dunia. Ini berarti kamu memerlukan fondasi akademik yang luas, juga pengembangan keterampilan dan perilaku yang dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan dan pekerjaan. Kami tidak ingin hanya mempersiapkan kamu dengan informasi akademik; kami ingin mengubah hidup anda.

Edukasi Liberal Arts memang memiliki sejarah kuat di negara Barat, namun di negara Asian – termasuk Indonesia – juga memiliki sejarah penting Pendidikan umum yang luas baik dalam pengetahuan maupun karakter. Kurikulum di UPH mencakup komponen khusus Indonesia, seperti pembelajaran Pancasila, Literatur Asian, Estetika Indonesia dan topik-topik lainnya.

Ya. Pengusaha di abad 21 sangat ingin untuk mendapatkan kandidat yang memiliki “soft” skill pada area seperti komunikasi, kompetensi antarbudaya, pemikiran kritis dan keterampilan reflektif. Kami membahas semua ini dalam kurikulum Liberal Arts kami.

Tidak. Kami memiliki aliran berbeda dalam kurikulum Liberal Arts bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai Kristen/Katolik, dan bagi mereka yang mengidentifikasi secara resmi sebagai agama lain. Dalam semua kursus kami, siswa didorong untuk merefleksikan bagaimana studi mereka berhubungan dengan diri mereka secara personal, tapi kami tidak menganggap bahwa semua siswa adalah Kristen dan kami tidak memaksa anda untuk menjadi Kristen. Kami menghargai pilihan anda mengenai kepercayaan pribadi.

Tidak; ada serangkaian mata kuliah yang sudah diseleksi secara khusus, yang sudah kami kumpulkan untuk memberikan fondasi Pendidikan terbaik. Semua siswa mengikuti jalur yang sama, tergantung pada aliran mereka (Kristen atau non-Kristen). Namun, jika siswa non-Kristen ingin mengikuti aliran Kristen, mereka pun boleh.

Kami terus bekerja untuk meningkatkan aplikasi komponen Liberal Arts pada program studi individual. Sebagai contoh, kami berusaha untuk membantu siswa keperawatan mengaplikasikan pelajaran Liberal Arts secara khusus untuk menyiapkan mereka menjadi perawat yang terbaik. Beberapa mata kuliah dapat lebih diterapkan secara langsung dibandingkan yang lain, namun semua akan membantu untuk memberikan Pendidikan yang holistik.